Apa arti ̥
Dalam IPA, tanda ini menunjukkan bunyi tak bersuara.
Pada n̥, m̥, atau l̥, konsonannya diucapkan tanpa getaran pita suara.
Catatan tahun 1855 tentang alfabet Lepsius menempatkan cincin di bawah r dan l ketika masing-masing membentuk suku kata. Alfabet itu dirancang untuk mewakili aksara asing dan bahasa tanpa sistem tulisan dengan huruf Latin. Alfabet IPA pertama berasal dari 1888; tabelnya menyebut tanda ini “napas” pada 1926 dan “ketakbersuaraan (napas)” pada 1928 dan 1949.
Mengapa r̥ punya arti berbeda?
Dalam beberapa sistem, r dapat membentuk suku kata sendiri.
Sejumlah ejaan berhuruf Latin untuk bahasa-bahasa Asia Selatan dan beberapa notasi untuk merekonstruksi bahasa Indo-Eropa memakai r̥ untuk r yang membentuk suku kata tanpa vokal tersendiri. Dalam IPA, tanda ini berarti r tak bersuara; sistem penulisannya menentukan cara baca.
Ejaan bahasa Madura juga memakai tanda ini, jadi cara baca IPA tidak otomatis berlaku.
Bagaimana mengetik cincin bawah?
Masukkan huruf dasar lebih dulu, lalu U+0325.
Tanda gabung ini tidak memiliki lebar sendiri: jika dimasukkan lebih dulu, tanda ini bisa tak terlihat atau tidak menempel pada huruf. Di Praat, perangkat lunak fonetik, masukkan \0v setelah huruf dasar; SIL IPA Keyboard menggunakan % .
Font dapat menempatkan tanda ini dengan buruk di dekat huruf berekor bawah atau tanda lain. Periksa teks dengan jenis huruf yang akan digunakan.
Tanda ini termasuk notasi fonetik atau transliterasi, bukan tanda baca untuk mengekspresikan perasaan.
Periksa sistemnya sebelum membaca r̥ sebagai “tak bersuara”; tanda ini bisa menunjukkan r pembentuk suku kata.
Jangan tertukar dengan
2Ide kombinasi
3Pertanyaan umum
1Mengapa cincin bawah saya tampak bergeser?
Posisinya bergantung pada huruf dasar dan font; ekor bawah dapat mempersempit ruang. Font yang mendukung IPA mungkin dapat menempatkannya dengan lebih baik.
Cara mengetik ̥
̥\0325Kode dan pengodeanTitik kode: 1
Satu simbol yang terlihat dapat berisi beberapa titik kode. JS .length menghitung unit UTF-16; UTF-8 menghitung byte.

